Impostor Syndrom

 


Kali ini aku ingin sedikit mereview buku karya Rouli Ester P yang berjudul “Apa Aku Ibu Yang Baik?”. Salah satu part yang menarik perhatianku adalah “Impostor Syndrome”, sebuah istilah yang sangat asing bagiku. Pada kutipan buku Rouli disebutkan bahwa “Impostor syndrome merupakan sebuah pemikiran bahwa kita berhasil hanya karena faktor keberuntungan dan bukan karena kita memang punya kualitas. Impostor syndrome pada umumnya menyerang orang-orang dengan yang mempunyai sifat perfeksionis, merasa harus tahu segalanya terlebih dahulu, baru kemudian melangkah, orang-orang yang jenius dari sononya, atau orang-orang dengan tipe laki-laki atau perempuan super yang merasa harus sukses dalam segala bidang : keluarga, pekerjaan, hubungan dengan orang lain, semuanya”.

Aku pun tipe yang tidak jauh berbeda dengan mb Rouli dalam hal ini. Merencanakan atau mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu, kemudian berani melangkah. Gagal dalam satu soal pelajaran sama halnya dengan gagal dalam belajar. Seperti halnya mb Rouli, temanku sangat tidak percaya ketika aku mengatakan “tidak bisa” dalam mengerjakan soal ujian, karena akhirnya nilaiku tetap bagus.

Aku sering berkata pada diriku sendiri, jika segala sesuatu yang aku capai sekarang, selain kehendak Allah SWT, faktor keberuntungan juga merupakan pengaruh utama. Meskipun, beberapa orang memujiku atas apa yang telah aku capai, aku masih sering merasa takut dan tidak percaya diri. Merasa bahwa aku tidak sepintar dan sebaik itu, merasa bahwa aku benar-benar bodoh dan tidak berpengalaman. Setelah membaca buku ini, aku pun ingin keluar dari zona dimana aku merasa insecure, bukan karena aku tidak bersyukur, aku hanya merasa bahwa“I am nothing”dan aku kehilangan rasa percaya diri karena suatu hal yang tak bisa aku utarakan.  

Bagi mb Rouli, masa pandemi ini membawa manfaat tersendiri, yaitu memaksa beberapa orang untuk sedikit merenung, lebih banyak berpikir, termasuk memikirkan diri sendiri. Mb Rouli pun memaknai pandemi ini sebagai masa untuk melawan impostor syndrom, yang salah satunya adalah dengan menerbitkan buku “Apakah Aku Ibu Yang Baik?”. Belajar dari beliau, aku mencoba untuk bisa lebih tenang dan memaknai berbagai hal dalam kehidupan ini. Berpikir positif akan semua takdir yang telah Allah SWT tetapkan merupakan satu dari berbagai cara agar tidak terlalu insecure  atas diri sendiri. Ikut dalam tantangan menulis beberapa buku antologi serta memoar menjadi langkah awal bagiku untuk bisa sedikit melawan impostor syndrom.

 

Referensi :

Rouli EP. 2020. Apakah Aku Ibu yang Baik ?. Jawa Barat : Infermia Publishing


#JumatReview

#TulisinAja

#RumbelLiterasi

#SarapanKata

#SelesaikanApaYangDimulai

#050221

Comments

Popular posts from this blog

Terbaik Versi Allah SWT

Melawan Rasa Malu