Posts

Showing posts from November, 2020

Observing women’s postnatal care

Image
 I told to my husband about experience of observing women's postnatal care. In that ward, nurse expalained us (international students), If the babies got the infection, they will be separated with the mother due to avoid the transmission and also for giving the treatment. Then the nurse also explained us about the breastfeeding, if the mother got the mastitis, they use the traditional treatment by putting the cabbage frozen leave 3 times/ day (feezing for the excesive milk and hot for the least milk), its new for me about using the cabbage frozen.  For the vaginal delivery, usually the mother will stay 3 days in hospital and for the secarean section 6 days. For the postpartum medicine, either vaginal delivery or secarean section will be given oxytocin (IV) and ergometrin (orally), they also receive some supplements such as Vitamin, pain control etc. For the vaginal delivery, if the patients have the oedema, they will receive one day ice bag for the ice pack. Despite the ice ba...

Observing Prenatal Check Up

Image
In this project (Projek Katakan Cinta), I try to share a story with my husband about practicing in several hospitals in Taiwan. One of them is observing prenatal checkup at Shin Kong Wu Ho-Su Memorial Hospital. I told him how the physician or the nurse do the observation of prenatal checkup. Firstly, we got an introduction from the head of the nurse, she described about the whole hospital including the history of the hospital. Secondly, she took us to go around the hospital, especially for prenatal care ward for maternal mother who want to check their babies. For the prenatal check up, generally its quite same with the hospital in my region (in my country) but there are some differences. In Taiwan, especially in Shin Kong Wu Ho-Su Memorial Hospital, the patient using their cards (National Health Insurance) to do the administration. When the patient come to the ward, they can directly check their physical their selves such us checking the blood pressure, the weight and height. The resul...

Sindrom Psikogenetik

Paul menceritakan tentang sindrom "psikogenetik atau versi parah  dari pingsan yang dialami seseorang setelah mendengar kabar buruk.  Dia menjelaskan bahwa penyakit berat apapun akan mengubah kehidupan pasien dan seluruh  keluarga. Seperti contoh kektika kematian seorang anak laki-laki yang pasti  akan menghancurkan jagat raya orangtuanya yang telah tertata rapi.  Tak ada ilusi yang bisa digambarkan secara tepat tentang bagaimana  perasaan pasien atau keluarga yang didiagnosa oleh dokter bedah saraf.  Terkadang hal tersebut terasa begitu sangat mengejutkan hingga akhirnya membuat otak korsleting.  Hal itulah yang disebut dengan sindrom psikogenetik.Seseorang yang mengalami koma psikogenetik masih memiliki sedikit kemauan sadar dan perawatannya yaitu dengan  berbicara untuk menenangkannya hingga kata-kata terhubung dan pasien terbangun.  Bagi sebagian besar orang, kabar buruk merupakan sesuatu yang tentu tidak ingin didengar.  Membut...

"La yukallifullahu nafsan illa wus'aha"

"I could see the enormousness of the choice she faced dwindle into a difficult but understandable decision" Aku dapat melihat kemustahilan pilihan yang dihadapi berubah menjadi sebuah keputusan yang sangat sulit namun dapat dipahami.  Sesulit apapun masalah yang kita hadapi, selalu ada cara untuk melaluinya. Meskipun, kemustahilan terus saja membayangi. Begitulah hal yang dapat saya dapat dari kutipan kalimat pada novel Paul Kalanithi.  Seperti kalimat yang termaktub dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 286 "La yukallifullahu nafsan illa wus'aha" (Allah tidak akan membebani seseorang/hambanya melainkan sesuai dengan kesanggupannya). Terkadang kita mudah sekali menyerah ketika menghadapi suatu hal yang kita anggap sulit dan mustahil untuk dilalui. Semestinya, sebagai seorang muslim kita diharuskan untuk selalu berusaha dengan segala kemampuan yang kita punya dan hasilnya kita serahkan kepada Sang Maha Kuasa. Karena pada hakikatnya, segala sesuatu yang terjadi pad...

Projek Bercerita Rasa

Ketika Paul mulai  mendapatkan fokusnya terhadap apa yang menjadi profesinya. Paul  semakin lebih bijaksana, sudah lebih efisien dan berpengalaman sebagai dokter residen. Dahulu, sebagai mahasiswa kedokteran, Paul dan Lucy pernah mengikuti tugas keliling sang ayah dirumah sakit. Paul mengamati bagaimana ayahnya memperlakukan pasien-pasiennya.  Hubungan antar manusia yang dibentuk sang ayah menjadi inspirasi bagi Paul.  Suatu hari, seorang perempuan berusia 35 tahun berada di ranjang ICU dengan wajah yang menakutkan. Berawal saat dia berbelanja untuk keperluan ulang tahun saudaranya yang kemudian dia kejang-kejang jatuh tersungkur. Setelah diperiksa, dia mengalami tumor otak jinak yang menekan bagian depan lobus otak kanannya. Secara teori, tindakan operasi pembedahan merupakan hal terbaik yang bisa menghilangkan kejang-kejangnya. Namun, minum obat antikejang seumur hidup merupakan alternatif ketika dia tidak bersedia untuk dilakukan pembedahan.  Paulpun menilai ...

Happy 2nd Anniversary

Image
Tepat dua tahun yang lalu, suamiku mengucapkan ikrar sehidup semati dihadapan orang tua dan penghulu. Momen dimana ikatan ini terjalin menjadi ikatan suci yang kelak akan dipertanggungjawabkan.  Alhamdulillah, hari ini usia pernikahan kami telah menginjak tahun kedua. Pasang surut suatu hubungan tentu ada, khususnya di bahtera rumah tangga yang sekarang sedang kami arungi. Rumah tangga kami bukanlah rumah tangga yang sempurna. Banyak hal yang harus diperbaiki, ditingkatkan dan diperjuangkan. Harapan-harapan yang tentu belum semua terealisasikan. Namun, kami sangat bersyukur dengan segala capaian yang telah kami lakukan. Sedikit demi sedikit, kami mulai saling memahami dan menguatkan, karena diusia pernikahan yang masih muda ini, banyak sekali godaan dan rintangan yang harus kami hadapi bersama.  Beberapa orang berpendapat, diusia pernikahan yang masih muda, banyak hal yang bisa membuat suatu rumah tangga mengalami goncangan atau masalah. Namun, hanya mereka yang terus ikhlas, ...

Putra Samudera ๐Ÿ’œ

Image
Alhamdulillah sedikit demi sedikit rencana-rencana hidup mulai terealisasikan. Membangun sebuah keluarga yang mandiri tentu bukanlah suatu hal yang mudah. Hal tersebut memerlukan rencana matang yang perlu dijalankan dengan penuh perhitungan. Sebagai seorang istri, aku tidak boleh hanya berpangku tangan. Keseimbangan peran dalam rumah tangga menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Keluarga kecil kami mempunyai banyak impian, banyak cita-cita. Beberapa orang mungkin akan berpendapat "buat apa cita-cita tinggi, hidup sakmadyone (hidup ya sesuai dengan yang ada aja)". Aku tidak menyalahkan kalimat tersebut, karena memang target atau goal setiap orang dan keluarga berbeda. Dulu cita-citaku sangat sederhana, mempunyai pekerjaan yang mapan dan bisa mandiri (karena saat itu aku hanya memikirkan diri sendiri). Namun, seiring dengan bertambahnya usia dan mempunyai keluarga kecil sendiri, banyak hal yang dipikirkan ( I mean I don't want to be selfish ), karena kita mempunyai k...

“Kullu Nafsin Dzaaiqotul Maut”

  Siapa yang paling dekat dengan kita ? Begitulah kiranya pertanyaan yang dilontarkan seorang tokoh, Imam Ghozali, terhadap murid-muridnya. Kematian. Kita sebagai manusia tidak akan pernah tahu kapan datang hari kematian kita. "Assalamu'alaikum, saya suaminya A****, mohon doanya istri saya sudah menghadap ke Rahmatullah... " Tiba-tiba sebuah pesan di salah satu grup WhatsApp aku muncul. Semua seakan tidak percaya dengan kepergian sahabatku yang satu itu. Betapa tidak, beberapa hari sebelumnya, dia masih bertukar sapa dan memberikan kabar kebahagian jika dia baru saja melahirkan anak perempuan kembar. Tepat satu minggu yang lalu, semua teman-teman ikut berbahagia dengan kelahiran kedua ponakan kembar. Dan hari ini, tangisan semua sahabatkupun pecah, seolah tak percaya jika dia benar-benar telah pergi untuk selama-lamanya dari dunia ini (Alfatihah untuk almarhumah). Akupun tak mampu menghentikan air mata, semua kenangan dengannya muncul seakan menyiratkan kesedihan yang tia...

Bijak dalam berkata ☺

  "When there's no place for the scalpel, words are the surgeons's only tool" Ketika tidak bisa lagi menggunakan pisau bedah, kata-kata menjadi satu-satunya alat yang bisa dipakai oleh dokter bedah . Mengulik sebuah pertanyaan dari salah satu tokoh terkemuka, Imam Ghazali, terhadap muridnya "Apakah yang paling tajam di dunia ini ?". Dengan kompak murid-muridnya menjawab "Pedang". Benar jawab Imam Ghazali. Namun, sesungguhnya yang paling tajam di dunia ini adalah "LISAN". Melalui lisan, manusia bisa dengan mudah menyakiti atau melukai perasaan saudaranya sendiri. Pada dasarnya lisan digunakan untuk berkata. Perkataan seperti apakah yang akan kita ucapk an ? apakah perkataan yang akan membuat seseorang terluka atau sebuah perkataan yang mampu memberikan secercah harapan. Contoh pada kasus antara seorang tenaga kesehatan dan pasien. Sebagai seorang pasien, umumnya mereka akan mendengarkan advice yang diberikan oleh sang dokter. Dibutuhkan ...

Where will we go ? ๐Ÿ‘ฃ

Image
  "kapan kita kemana?" Sebuah kalimat yang pernah hits pada zamannya. Jujur selama pernikahan, kami belum benar-benar melakukan honeymoon ditempat yang umumnya para pasangan baru suami istri kunjungi atau berkunjung disuatu tempat yang niatnya benar-benar honeymoon atau quality time berdua. Karena mulanya aku juga masih kuliah di Taiwan jadi kami sempat LDM (long distance married). Ketika libur kuliah dan pulang ke Indonesia, rentetan acara sudah menanti. Meskipun sering ke luar kota (Yogyakarta, Semarang dan daerah Jawa Timur), itupun juga karena ada acara yang memang harus dihadiri. Sebenarnya kami merencanakan traveling "menyelam sambil minum air" di Taiwan. Dimana kami berencana ketika aku wisuda, suami akan menyusul dan hadir disana. Namun qodarullah, pandemi Covid-19 membuat angan-angan itu harus terelakan dan buyar begitu saja. Bahkan, aku pun tidak bisa kembali ke Taiwan dan mengikuti wisuda. Sederhana namun sangat membuatku bahagia. Ketika aku terlihat muru...

Sebuah "PROGRESS" ๐Ÿ‘€

Setiap manusia tentu mempunyai target yang ingin dicapai dalam kehidupannya. Pastinya, proses untuk mencapai tujuan atau target itu tidaklah sama. Banyak orang berkata, proses tidak akan pernah menghianati hasil. Namun, sedikit sekali orang menyadari tentang apa arti hasil itu sendiri. Banyak pula dari mereka yang menyerah, menganggap hasil yang dicapai jauh dari harapan, tidak sesuai proses yang telah dilalui. Aku dn suamiku sering berdiskusi mengenai hal ini, tentang bagaimana proses dan juga apa itu hasil dari proses. Misalnya, kita sudah berproses untuk menjadi seorang ahli technology dengan usaha mengenyam pendidikan IT, mengikuti beberapa pelatihan namun hasilnya kita tidak benar-benar menjadi seorang ahli IT, tidak bekerja pada bidang IT. Ironisnya, sebagian orang akan menganggap jika hasil yang didapat tidak sesuai dengan proses yang dilalui, pada kenyataannya dia bisa mengaplikasikan ilmunya pada kehidupan sehari-hari bahkan ilmu yang didapat bisa bermanfaat bagi lingkungan. S...