Sindrom Psikogenetik
Paul menceritakan tentang sindrom "psikogenetik atau versi parah dari pingsan yang dialami seseorang setelah mendengar kabar buruk. Dia menjelaskan bahwa penyakit berat apapun akan mengubah kehidupan pasien dan seluruh keluarga. Seperti contoh kektika kematian seorang anak laki-laki yang pasti akan menghancurkan jagat raya orangtuanya yang telah tertata rapi. Tak ada ilusi yang bisa digambarkan secara tepat tentang bagaimana perasaan pasien atau keluarga yang didiagnosa oleh dokter bedah saraf. Terkadang hal tersebut terasa begitu sangat mengejutkan hingga akhirnya membuat otak korsleting. Hal itulah yang disebut dengan sindrom psikogenetik.Seseorang yang mengalami koma psikogenetik masih memiliki sedikit kemauan sadar dan perawatannya yaitu dengan berbicara untuk menenangkannya hingga kata-kata terhubung dan pasien terbangun.
Bagi sebagian besar orang, kabar buruk merupakan sesuatu yang tentu tidak ingin didengar. Membutuhkan kekuatan yang besar untuk bisa menerima segala kemungkinan buruk yang terjadi. Seperti halnya seorang ibu yang sedang berjuang melahirkan dan ternyata sang anak tidak dapat diselamatkan. Tentu trauma fisiologis maupun psikologis bisa saja terjadi pada ibu tersebut. Sebagai tenaga kesehatan, kita perlu memberikan pendekatan yang tepat untuk menjelaskan keadaan pasien kita baik kepasien itu sendiri maupun kepada keluarga.
#ProjekBerceritaRasa
#tulisinaja
#RumbelLiterasi2020
#WhenBreathBecomesAir
Comments
Post a Comment