Melawan Rasa Malu



Untuk kesekian kalinya aku berpendapat jika menulis bukanlah suatu perkara mudah untuk dilakukan. Bukan hanya belajar perihal DIKSI atau penyesuaian PUEBI, namun juga tentang apa yang ditulis. Bermanfaatkah ? atau menjadi sebaliknya, dimana tulisan yang kita tulis menjadi sebuah sumber petaka atau maksiat seseorang. Naudzubillahimindzalik.

Salah satu tujuan aku menulis karena aku ingin tulisan aku kelak mampu menjadi amal jariyah yang bisa menolongku di hari hisab. Aku berharap apa yang aku tulis perihal motivasi diri dapat menjadi inspirasi seseorang untuk menjadi lebih baik dan lebih mensyukuri nikmat Allah SWT. Sedangkan, tulisan aku yang bertema esay ilmiah atau tentang suatu ilmu yang aku pelajari, dapat menjadi sebuah referensi bagi orang lain. Secara tidak langsung, tulisan-tulisan tersebut akan mendatangkan banyak sekali manfaat, keberkahan dan kebaikan. Tentunya, apa yang kita tulis akan selalu ada pertanggung jawabannya. Maka dari itu, aku berpendapat jika menulis itu bukanlah suatu hal yang dilakukan dengan asal-asalan.

Seperti kata Pak Ade (CEO KMO) dalam materi ke-5 di Komunitas Menulis Online (KMO) Indonesia, “Sesuatu yang baikpun perlu sebuah proses, perlu perjuangan dan juga perlu diperjuangkan. Seperti halnya Nabi Muhammad SAW, dalam menyampaikan kebaikan, beliau pun berproses dan berjuang”.

Lantas, bagaimanakah perjuangan seorang penulis ?
Pak Ade menjelaskan, jika seorang penulis wajib mempunyai niat yang baik sebelum menulis. Dengan niat baik, tulisan yang dihasilkan pun inshaAllah menjadi baik. Meskipun, secara teori kepenulisan tentu ada beberapa hal yang memang perlu diperbaiki, kecuali memang sudah mempunyai jam terbang tinggi serta sudah dalam level expert (khusus bagi tulisan-tulisan saya pribadi). Jika belum expert, bukan berarti seorang penulis pemula tidak mempunyai tulisan bagus dan baik. Jadi jangan takut memulai dan jangan malu untuk menulis.  

Tulisan yang dapat berdampak baik itu bisa dinilai jika ada seseorang yang baca tulisan kita, begitulah Pak Ade menjelaskan. Untuk melebarkan konteks kebaikan yang ada di tulisan kita, sudah sekiranya kita berani untuk menginformasikan, menyebarkan bahkan mempromosikan tulisan atau buku kita. Sebelumnya, aku merasa malu dengan sebagian karya aku, karena aku sadar masih begitu banyak kesalahan-kesalahan secara teori kepenulisan. Namun, setelah mendapatkan ilmu dari berbagai sumber termasuk Pak Ade, rasa percaya diri pun perlahan meningkat, dan aku akan berupaya untuk melawan rasa malu serta mempromosikan semua karyaku sebelumnya. Karena aku ingin tulisanku menjadi wasilah kebaikan untuk disebar luaskan kepada orang lain. Tetap dengan catatan bahwa aku harus terus belajar dan menerima segala masukan terhadap semua tulisanku.

 

 

#LiterasiAnakBangsa

#RumahBelajarLiterasi

#TulisinAja

 

Comments

Popular posts from this blog

Terbaik Versi Allah SWT

Impostor Syndrom