Posts

Akhirnya wisuda 👩‍🎓💕

Image
Siska Ningtyas Prabasari, SST. M.Sc, Nurse-Mid Impian ini berawal dari lima tahun yang lalu, aku mendapat kesempatan untuk mengikuti program yang diadakan oleh TIHTC, Taipei Hospital, Ministry of Health and Welfare, Taiwan. Untuk melakukan training magang di rumah sakit dan klinik disana. Selesai mengikuti program tersebut, aku telah memutuskan dan menetapkan pilihan bahwasanya aku harus melanjutkan kuliah S2 aku di negara Taiwan dengan beasiswa. Setelah menyelesaikan kuliah D3, akupun melanjutkan program D4 aku di UNISA Yogyakarta. Singkat cerita, niat untuk mengejar mimpi itupun sempat goyah dan saat itu aku tidak hanya mendaftar di Taiwan namun juga di universitas tempatku menempuh D4. Perasaan gundah gulana menunggu pengumuman penerimaan sudah pasti aku rasakan dan ternyata pengumuman untuk S2 Kebidanan di UNISA Yogyakarta pun keluar dan aku dinyatakan diterima. Namun, untuk universitas yang di Taiwan belum juga ada pengumuman. Akupun bermusyawarah dengan keluarga dan akhirnya aku ...

Berdoa keras, berusaha keras dan bekerja keras 💪💜

Satu dari sekian rencana jangka panjang kami adalah membangun usaha yang masih berhubungan dengan bidangku, yaitu kesehatan. Kami banyak melakukan survei, baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui social media). Untuk saat ini, usaha yang ingin sekali kami bangun memang belum ada di kota kami. Berhubung hal itu merupakan rencana jangka panjang kami, langkah yang bisa dijalani sekarang adalah mempelajari ilmunya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang ada, merencanakan konsep, membuat master plan serta menabung. Suatu hari kami melewati sebuah bangunan di daerah Jagalan Jebres Surakarta. Setelah beberapa kali kami perhatikan keterangan yang tertera dibangunan tersebut, terlihat hampir menyerupai dengan rencana usaha kami. Suamiku berkata "Yuk dek kita sholawatin, semoga suatu saat semua rencana jangka panjang kita bisa terwujud dan terlaksana". Akupun mengiyakan. Hal itu kemudian menjadi kebiasaan kami, setiap melewati bangunan tersebut, kami secara refleks menguca...

Bersyukur 🌹

Image
Kala itu beberapa orang terdekat kami membandingkan progres kami dengan orang lain. Mereka berkata "itu loh si A, dia sudah rame bisnisnya, sudah mampu beli tanah dan juga sudah mulai bangun rumah. Rumahnya itu bakal jadi besar banget, sudah sukses sekarang dia". Kamipun menjawab dengan tersenyum sambil berucap "nggeh alhamdulillah ikut senang jika si A sudah sukses, semoga nanti kedepannya kami juga bisa berproses". Kebiasaan kami sebelum tidur, kami sering berdiskusi tentang banyak hal, salah satunya hal diatas tadi. Suamiku berkata "Tahu ga dek, sebenarnya si A itu punya hutang sekitar 1 M untuk beli tanah dan bangun rumah itu, dia perbulan harus setoran tunai hampir 16 jutaan". Akupun bertanya "mas tahu dari mana?". "Ada yang cerita, tapi cukup buat kita tahu saja, ga perlu cerita kemana-mana" jelas suamiku. Ya, disini yang dapat aku ambil hikmahnya adalah setiap orang mempunyai mulut yang mungkin akan selalu menilai kehidupan orang...

Jika Itu Sebuah Cinta ...

Image
  Jika itu sebuah cinta, dia tidak akan menyakiti, melukai dan bahkan membebani. Jika itu sebuah cinta, dia akan selalu terbuka. Baik didalam kisah sedihnya maupun bahagianya. Jika itu sebuah cinta, kejujuran akan selalu ada, menjadi bagian utama dalam perjalanan asmara. Jika itu sebuah cinta, tangis bukanlah suatu penyesalan. Namun rasa bahagia yang tiada tara. Jika itu sebuah cinta, masalah tidak akan terasa, selama kita terus bersama dalam menghadapinya. Namun, aku rasa ini bukan cinta. Yang setiap orang selalu mengharapkannya. Ini bukan cinta, yang bisa membuat hampa menjadi bahagia. Tak terasapun aku melaluinya, jalan yang bahkan tak terkira terjalnya. Jalan yang awalnya aku pikir sebuah cinta. Sebuah harapan yang akan berujung pada titik bahagia. Haruskah aku berhenti melangkah untuk mengejarnya? Cinta yang tidak akan pernah dapat kumerengkuhnya. Cinta seperti orang lain pada umumnya. Bukan cinta yang semakin membuatku tersiksa. (Note : Hanya untuk tantangan menulis 😂) #Tant...

Project Katakan Cinta 💕

Image
Setelah menonton film India (film anak) yang berjudul Taare Zameen Par. Kami (saya dan suami) sedikit melanjutkan diskusi kami terkait teori Montessori (Absorbent Mind). Kami lebih sering berdiskusi tentang bagaimana kehidupan rumah tangga, tak terkecuali tentang belajar bagaimana pendidikan anak, karena memang mendidik anak itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh ilmu dan juga visi misi yang sejalan. Akupun menjelaskan tentang ilmu yang aku dapat terkait tema tersebut, didalam Absorbent Mind tersebut terdapat dua bagian. Pertama adalah Pikiran Bawah Sadar (Unconscious Mind) dan Kedua adalah Pikiran Sadar (Conscious Mind). Pada pikiran bawah sadar, hal ini terbentuk dari setelah anak lahir hingga anak berusia 3 tahun. Di dalam periode ini, pemikiran anak belum terbentuk dengan sempurna sehingga persepsi anak terhadap beberapa hal itu belum utuh. Anak juga menyerap pesan tanpa disadari begitu saja, seperti contoh ketika anak tidak memperhatikan namun bisa melakukan suatu akt...

Sharing is a Part of Caring

  "Sayang, belajar bareng yuk'"  (ajakku terhadap suami) Selama kurang lebih dua bulan, aku diizinkan suami untuk mengikuti pelatihan montessori di  @montessori_haus_asia  . Awalnya aku ragu karena aku sendiri belum punya momongan untuk bisa langsung mempraktikkan ilmunya. Namun, suamiku selalu memberikan dukungan jika investasi ilmu itu perlu, setidaknya kita punya tabungan tentang bagaimana kelak kita akan mendidik anak kita. Tentu aku tidak ingin ilmu ini hanya aku yang memiliki. Karena sebagai pasangan suami istri yang kelak akan menjadi orang tua (aamiin allahumma aamiin), kita wajib menyatukan visi dan misi kita tentang value keluarga dan bagaimana mendidik anak. Yaps, hari ini kami berdiskusi terkait filosofi montessori dimana umumnya terdapat 6 aspek atau prinsip dalam mempersiapkan lingkungan montessori. 1. FREEDOM (seorang anak harus bebas dan mengikuti dorongan alami sendiri, sehingga mampu mengembangkan potensi dan meningkatkan pengetahuan tentang dunia s...

Mengenal Diri Melalui Hobi

Image
"When you feel good, you start living your best life" Dulu kalo nulis sesuatu rasanya kaya alir mengalir tapi sekarang sedikit berbeda bahkan hampir lupa bagaimana sensasinya. Ikut dalam komunitas IBU PROFESIONAL (IP) mungkin bisa menjadi salah satu jembatan untuk membangun kembali hasrat dan kemampuan menulisku. Karena IP mengajak perempuan untuk menjadi lebih produktif dengan mengoptimalkan peran hidupnya baik sebagai diri sendiri, anak, istri atau ibu. Semua ibu itu bekerja, baik diranah publik maupun domestik. Dua2nya sama membanggakan dan bisa produktif jika menjalankan perannya dengan sungguh2. Kunci menjadi produktif versi IP : 1. FOKUS (utamakan single tasking, hindari multi tasking) 2. PAROTE LOW/ TERAPKAN POLA KERJA 80/20 (80% kesuksesan dari sebuah pekerjaan berasal dari 20% tindakan yang kita lakukan, artinya hanya butuh 20% dari pemikiran, usaha, serta waktu kita untuk lebih maksimal bekerja agar bisa mencapai 80% keberhasilan) 3. PRIORITAS (Jeli menetapkan prior...