Jangan Bosan Berbuat Baik

 


"Kebaikan sekecil apapun yang kita lakukan, bisa jadi suatu hal besar yang sangat diharapkan dan dinantikan orang lain. Jangan bosan untuk berbuat baik” -Adeeva-

 

Kalimat yang tepat untuk menggambarkan intisari dari sebuah film india yang aku tonton bersama suami beberapa hari yang lalu. Tentunya, ada banyak pelajaran yang bisa diambil disana. Kami tidak sepenuhnya menonton film tersebut, hanya sebuah alur cerita yang menyajikan adegan penting didalamnya. Jika menonton film sepenuhnya, itu akan menyita waktu, pikir kami (pecinta tayangan alur film).

The Lift Boy, sebuah film yang menayangkan seorang anak muda, sebut saja Raju, yang telah berkali-kali gagal dalam sebuah ujian tehnik. Ketika sang ayah terkena serangan jantung, Raju harus menggantikan peran sang ayah untuk bekerja sebagai penunggu lift di sebuah apartemen. Meskipun enggan, dia harus tetap melakukannya untuk sementara waktu.  Awalnya dia menganggap pekerjaan itu bukanlah pekerjaan yang memiliki prestigious. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, persepsi dia mengenai pekerjaan sang ayah pun berubah.  

Banyak hal terjadi, termasuk pengalaman hidup yang dia dapatkan. Raju belajar banyak hal dari pemilik apartemen tersebut. Seorang wanita yang dikisahkan hidup seorang diri, karena suaminya telah lama meninggal dan dia tidak memiliki keturunan. Nyonya D’souza panggilannya. Beliau dengan sabar dan tulus membuat Raju menjadi seorang pemuda yang bersemangat dan tidak mudah putus asa. Pelajaran demi pelajaran tentang kehidupan Raju dapatkan, termasuk pelajaran akademik yang akhirnya membuat Raju bisa berhasil dalam ujian menggambar pada jurusan tehnik yang dia ambil. Meskipun, pada akhirnya Nyonya D’souza meninggal sebelum sempat mendengar kabar bahagia perihal keberhasilan Raju pada ujiannya.

Diakhir cerita dijelaskan alasan Nyonya D’souza begitu peduli terhadap Raju. Kala itu, Nyonya D’souza mengalami keterpurukan karena kehilangan orang tercinta. Sesampainya didalam lift,  disana berdiri ayah Raju, Raju, Nyonya D’Souza dan satu orang laki-laki (aku lupa itu siapa). Nyonya D’souza menangis dan dipeluk pria disampingnya. Dengan begitu lugunya, Raju yang masih kecil menyodorkan sebuah permen (lolipop) kepada Nyonya D’souza serta menghiburnya. Semenjak itu, Nyonya D’souza mulai peduli dengan kehidupan keluarga Raju. Kebaikan yang Raju berikan saat itu berdampak besar pada keberlangsungan kehidupan Nyonya D’souza. Meskipun, itu hanya kebaikan kecil yang tak seberapa, bagi Nyonya D’souza Raju merupakan orang penting dalam hidupnya. Setelah Nyonya D’souza meninggal, seluruh harta dia serta apartemen diwariskan kepada Raju. Oleh Raju, dibuatlah sekolah gratis bagi anak-anak yang kurang mampu, sehingga kebaikan akan terus mengalir.

 

#KamisManis

#CeritainAja

#TulisinAja

#RumbelLiterasiKIP

#SelesaikanApaYangDimulai

Comments

Popular posts from this blog

Terbaik Versi Allah SWT

Melawan Rasa Malu

Impostor Syndrom