Melukis Aksara #1

 



Jika masa pandemi ini suatu hari berlalu, semoga kita selalu ingat bahwa tidak semua hal dalam hidup ini dapat kita kendalikan - Rouli Ester P-

 

Kalimat tersebut mengingatkanku akan satu lagu islami, yang dinyanyikan oleh grup nasyid Raihan dengan judul “Demi Masa”. Benar adanya, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal sholeh. Lima perkara sebelum lima perkara yang seringkali aku dengarkan pada beberapa ceramah agama, sangat bisa dirasakan saat pandemi ini, terutama perihal sehat sebelum sakit, lapang sebelum sakit dan hidup sebelum mati.

Pandemi ini mengajarkan kita banyak hal, termasuk perihal menggunakan waktu sebaik-baiknya. Sebelum wabah COVID-19 muncul dipermukaan bumi, sebagian dari umat manusia mungkin merasa terlena dengan nikmat waktu yang telah diberikan oleh Allah SWT dan tak dapat aku pungkiri, aku termasuk manusia yang lalai tersebut. Namun, kita sebagai manusia diberi akal untuk terus berpikir guna menjadikan diri lebih baik lagi. Tak ada kata terlambat untuk sadar dan berusaha menjadi lebih baik. Begitulah kiranya motivasi yang tepat untuk kita gunakan sebagai usaha untuk memperbaiki diri.

Dalam buku “Apakah Aku Ibu Yang Baik”yang ditulis oleh Rouli, menjelaskan tentang bagaimana dia mengahadapi pandemi ini. Meskipun, apa yang tertulis tidak dapat mewakili pengalaman semua orang untuk dapat hidup berdampingan dengan pandemi ini. Namun, satu hal yang dapat menjadi kesepakatan jika pandemi ini mengubah semua orang. Baik dalam kesehariannya maupun dalam aspek kehidupan lain. Hal-hal yang sebelummya tidak terlalu disadari akan keberadaannya, kini seakan menjadi kebiasaan yang terasa amat begitu berkesan jika dilalui begitu saja.

Tak dapat dipungkiri jika memang kita harus menerima hadirnya pandemi ini, karena hal ini bukan lain merupakan sebuah proses dalam kehidupan. Mau tidak mau, menerima tidak menerima. Hal yang harus kita lakukan adalah mengikuti alur kehidupan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Meskipun, diluar sana tidak sedikit yang abai terhadap penerapan protokol kesehatan. Bukan berdamai dengan pandemi yang kemudian abai terhadap kesehatan, akan tetapi berdamai dengan pandemi yang sejatinya membuat kita lebih waspada, lebih bisa lagi menerapkan pola hidup sehat.

 

#seninasyik

#melukisaksara

#rumbelliterasi

#tulisinaja

Comments

  1. Saya tulisannya mbak Siska.

    Lengkap. Tinggal ditambahi referensi bacaan saja kalau ini mbak biar lebih ramping. Karena saya masih menemukan mubadzir kata yg tidak perlu seperti di paragraf ke dua.

    Sudah ada kata 'sebagian umat manusia', lalu setelahnya masih ada kata 'mungkin merasa'. Mungkin akan lebih enak jika 'Sebagian umat manusia merasa... Dst'.

    Coba terapkan self Editing ya mbak ya...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Terbaik Versi Allah SWT

Melawan Rasa Malu

Impostor Syndrom