Hakikat Kejujuran
"Qulil haqqo walau kaana murran", begitulah sebuah ungkapan perihal kejujuran, yang memiliki arti "katakanlah kejujuran walaupun itu terasa pahit". Semua orang tentu mengerti makna sebuah kejujuran. Namun, sedikit sekali yang benar-benar bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kejujuran sendiri merupakan salah satu dasar pendidikan karakter yang sangat penting. Orang jujur seringkali terlihat lebih tenang dalam mengarungi kehidupan. Berbeda dengan mereka yang kerap sekali berkata bohong. Ketakutan dan kegelisahan menjadi baying-bayang yang terus-menerus menghantui. Bisa kita perhatikan pada sebuah sinetron yang akhir-akhir ini menjadi primadona para ibu-ibu, sinetron ikatan cinta.
Awalnya aku tak begitu mengikuti alur cerita sinetron tersebut. Setelah salah satu musisi terkenal sekaligus seorang penulis, Fiersa Besari, menuliskan opininya pada media sosial (twitter) terkait alur cerita sinetron ikatan cinta, aku pun penasaran dan bertanya kepada salah seorang tetangga yang tak pernah sekalipun absen menonton. Rumit, satu kata yang langsung keluar dari bibirku. Namun, aku tetap mengapresiasi, karena memang tak mudah untuk menyusun sebuah alur cerita, baik dalam sebuah sinetron maupun novel.
Salah satu hal yang aku perhatikan dalam
sinetron ikatan cinta adalah perihal kejujuran. Banyak sekali kebohongan yang
dilakukan oleh salah satu pemain. Elsa, seorang pemain yang diperankan oleh
aktris Glenca Chysara. Demi menutupi kebohongan pertama yang dia lakukan
terkait pembunuhan Roy, Elsa terus-menerus melakukan kebohongan-kebohongan
lainnya. Rasa takut, gelisah selalu membayanginya. Akibat kebohongan yang
dilakukan Elsa, banyak sekali hal pahit yang harus dialami orang lain,
khususnya Andin, pemain yang diperankan oleh aktris Amanda Manopo.
Aku teringat nasihat salah satu ustadz ketika aku masih belajar di Pondok Pesantren, "Janganlah sekali-kali kamu melakukan kebohongan, karena kebohongan-kebohongan lainnya akan senantiasa mengikuti". Persis seperti itulah kejadian yang sedang dialami Elsa.
Allah SWT telah berfirman dalam QS. Al-An'am ayat 152 yang artinya "Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat (mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat". Hadits riwayat Muslim no. 2607 juga menyebutkan "Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta".
Perintah Allah SWT untuk bersikap jujur sudah sangat jelas sekali tercantum dalam Al-Quran dan Hadits. Kejujuran membawa keberkahan hidup bagi siapa yang dapat melakukannya . Sebaliknya, bohong merupakan pangkal dari perbuatan dosa. Sikap jujur memang tidak mudah dilakukan, hal tersebut membutuhkan suatu pembiasaan yang bisa kita tanamkan sejak dini, kepada keluarga atau anak-anak kita.
Nah, kalian ingin hidup tenang dan damai atau hidup dipenuhi dengan kegelisahan dan ketakutan seperti Elsa? Pilihan ada ditangan kalian masing-masing.

Comments
Post a Comment