Posts

Menyelami Makna Sebuah Waktu

Image
  “ Pergunakanlah waktu sebijak mungkin, karena kita tak punya kendali atas apa yang akan terjadi dimasa depan ”   Sebuah quote yang aku sematkan di antalogiku yang berjudul “Menyelami Makna Waktu”  buku  Cerita Tentang 2020. Berlatar belakang sebuah penyesalan atas waktu yang terbuang sia-sia, serta merasa terlena dengan segala kemudahan yang telah diberikan Allah SWT. Memang, penyesalan selalu tampak diakhir. Namun, esensi dari sikap menyesal kemudian memperbaiki diri untuk lebih baik-lah yang menjadi point utama. Perubahan yang sedikit namun dapat bertahan dan berkelanjutan jauh lebih baik dibandingkan dengan perubahan yang begitu drastis namun hanya sesaat. Secara teori memang terlihat sangat mudah untuk dilakukan. Kenyataannya, untuk mencapai perubahan baik yang istiqomah bukanlah perkara mudah. Meskipun demikian, selalu melakukan hal terbaik merupakan tindakan yang patut diapresiasi serta terus ditekankan.   Alhamdulillah buku antologi yang kesekian t...

Kapan menikah ?

Image
“Acara-acara keluarga kerap menjadi arena untuk mempertahankan konstruksi dominan dan secara tidak sadar, menyingkirkan atau memarjinalkan orang-orang yang tidak hidup mengikuti konstruksi dominan tersebut”- Rouli Ester - Aku percaya jika tidak hanya Rouli yang mendapatkan pertanyaan “Kapan menikah?”ketika berada dalam sebuah acara keluarga. Sebagian besar perempuan akan mendapatkan pertanyaan serupa jika usia perempuan tersebut telah mencapai sekitar angka 25-30 tahun. Dalam karyanya, Rouli bercerita tentang sebuah pertanyaan yang ditujukan kepadanya saat usianya memasuki angka 20-an akhir. Puncak pertanyaan tersebut terjadi disaat adiknya melangsungkan pernikahan terlebih dahulu. Pada hari pernikahan sang adik, Rouli tak lepas menjadi perhatian beberapa tamu undangan. Mereka pun datang menghampirinya seraya bertanya kapan dia akan menyusul sang adik. Dari sekian banyak orang yang mengajukan pertanyaan serupa, Rouli juga mendapatkan simpati para tamu karena Rouli didahului oleh sang a...

Jangan Bosan Berbuat Baik

Image
  " Kebaikan sekecil apapun yang kita lakukan, bisa jadi suatu hal besar yang sangat diharapkan dan dinantikan orang lain. Jangan bosan untuk berbuat baik” -Adeeva-   Kalimat yang tepat untuk menggambarkan intisari dari sebuah film india yang aku tonton bersama suami beberapa hari yang lalu. Tentunya, ada banyak pelajaran yang bisa diambil disana. Kami tidak sepenuhnya menonton film tersebut, hanya sebuah alur cerita yang menyajikan adegan penting didalamnya. Jika menonton film sepenuhnya, itu akan menyita waktu, pikir kami (pecinta tayangan alur film). The Lift Boy, sebuah film yang menayangkan seorang anak muda, sebut saja Raju, yang telah berkali-kali gagal dalam sebuah ujian tehnik. Ketika sang ayah terkena serangan jantung, Raju harus menggantikan peran sang ayah untuk bekerja sebagai penunggu lift di sebuah apartemen. Meskipun enggan, dia harus tetap melakukannya untuk sementara waktu.  Awalnya dia menganggap pekerjaan itu bukanlah pekerjaan yang memiliki prestigiou...

Sudah Isi, belum ?

Image
  “ Ada atau tidak adanya anak, pernah melahirkan atau tidak, itu bukan standar untuk menentukan apakah kita ini berharga atau tidak, apakah kita adalah perempuan seutuhnya atau tidak”   Masih berhubungan dengan buku karya Rouli Ester, kita tak akan asing dengan sebuah pertanyaan yang kerap membuat resah pasangan suami istri yang belum mempunyai keturunan. Pertanyaan demikian sangat sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Beberapa orang merasa jika pertanyaan tersebut merupakan sesuatu yang wajar ditanyakan untuk pasutri yang memang sudah lama menikah namun belum dikaruniai keturunan. Sebagian yang lain merasa pertanyaan tersebut layaknya sambaran petir disiang bolong. Belum lagi komentar seseorang yang menganggap enteng bahkan melayangkan ucapan sedikit menyakitkan ketika kita tak sependapat dengan pertanyaan serupa. Kita tak pernah mengetahui apa isi hati orang lain, pun apa yang sedang mereka alami. Rouli menyatakan dalam bukunya, hal yang menjadi persoalan bukan pada...

Impostor Syndrom

Image
  Kali ini aku ingin sedikit mereview buku karya Rouli Ester P yang berjudul “Apa Aku Ibu Yang Baik?”. Salah satu part yang menarik perhatianku adalah “Impostor Syndrome”, sebuah istilah yang sangat asing bagiku. Pada kutipan buku Rouli disebutkan bahwa “ Impostor syndrome merupakan sebuah pemikiran bahwa kita berhasil hanya karena faktor keberuntungan dan bukan karena kita memang punya kualitas. Impostor syndrome pada umumnya menyerang orang-orang dengan yang mempunyai sifat perfeksionis, merasa harus tahu segalanya terlebih dahulu, baru kemudian melangkah, orang-orang yang jenius dari sononya, atau orang-orang dengan tipe laki-laki atau perempuan super yang merasa harus sukses dalam segala bidang : keluarga, pekerjaan, hubungan dengan orang lain, semuanya”. Aku pun tipe yang tidak jauh berbeda dengan mb Rouli dalam hal ini. Merencanakan atau mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu, kemudian berani melangkah. Gagal dalam satu soal pelajaran sama halnya dengan gagal dalam...

Ceritain Aja

Image
Bagiku, menulis masih menjadi perkara yang tidak begitu saja dapat diremehkan. Kedisiplinan menjadi point penting dalam upaya menjadi seorang penulis. Aku sediri pun masih belajar kembali, meskipun dulu aku menjadi seorang pemimbing bagi beberapa orang dalam dunia literasi. Bahkan, sekarang mereka sudah menerbitkan beberapa karya. Sedangkan aku masih disini terpaku dengan segala keresahan. Aku tak akan mengutuk takdir atas ketertinggalanku, karena aku memang mutlak tidak bersalah akan hal itu. Tak ada kata terlambat, begitu kiranya suara dalam hati yang terus memotivasi. Mencoba untuk ikut tantangan kepenulisan dengan mengirimkan beberapa naskah ternyata mampu memantik api semangat menulis yang telah terlalu lama tertidur. Awalnya memang tidak terlalu berharap akan diterimanya sebuah naskah yang aku kirimkan. Qodarullah, aku lolos. Hal tersebut kemudian menjadi trigger yang luar biasa bagiku. Akupun secara konsisten mengikuti tantangan demi tantangan yang diadakan oleh beberapa lembag...

Serpihan Hikmah

Image
“There is no room for complacency, having a good coverage today is no guarantee for success tomorrow” Kalimat yang aku temukan pada sebuah artikel *     secara signifikan telah mengubah pola pikirku akan beberapa hal. Salah satunya, kepuasan terhadap apa yang telah kita capai. Dalam hal ini, terkadang rasa puas kerap menghampiri disaat banyak pujian yang kita dulang atas kerja keras kita. Beberapa orang mungkin bisa secara bijaksana mengatur rasa puas setelah mendapatkan hasil yang diharapkan. Namun, tak sedikit yang kemudian cukup puas tanpa melakukan peningkatan atas etos kerjanya. Sukses hari ini, belum tentu akan sukses kemudian. Kepuasan tentu menjadi hal yang berbeda dengan sebuah rasa syukur. Rasa puas terkadang membuat kita terlena untuk menghentikan langkah kita. Hal tersebut yang kelak akan menjadi bom waktu untuk kita sendiri. Lain hal nya rasa syukur, bersyukur dengan apa yang telah dicapai. Namun, kita tak boleh menutup mata jika harus terus belajar dan berbenah. ...